SELAMAT DATANG DI PONDOK PESANTREN BAYT AL-HIKMAH KOTA PASURUAN INFO PENDAFTARAN : Silahkan hub : 081553112245 (UST DHONY)| Terima Kasih

SEGUDANG PERMASALAHAN REMAJA KITA

Tanggal : 31 Juli 2017 Oleh : Administrator

Anak muda kita sekarang tidak lagi bikin pusing, tapi tambah bikin kepala jadi pecah. Pakai motor tiap hari, tapi tidak punya SIM, dipreteli pula. Kebut-kebutan naik mobil lalu menyalip Bus, giliran di pepet – kaca jendela dibuka dan mengacungkan jari tengah ke arah sopir bus. Yang lebih gila lagi, saat ada operasi lalu lintas dua remaja berseragam diminta berhenti—sambil sedikit mengurangi gas motor dan ngebut¬ tepat sekitar satu meter di depan polisi tersebut. Lebih dari pada itu, ada perilaku gila yang dirutinkan oleh para remaja. Ya, bagi mereka yang sedang merasakan euphoria kelulusan kemaren, berboncengan laki perempuan, sambil ¬mbleyer-mbleyer di jalanan. Kegiatan dilanjutkan dengan coret-coret baju seragam. Beberapa pelajar putri merobek rok yang digunakan tepat di bagian paha. Lalu mereka berfoto dengan gaya yang paling ayudan di upload di media social.
Gejala ini sangat marak dan tidak pernah habis. Mulai zaman orang tua saya sekolah, hingga saat ini. Sebuah bentuk existensi para pelajar. Demam exis, bukanlah gejala abnormal, bahkan berdosa. Itu sangat wajar dan sangat manusiawi. Sebuah energi pribadi dan sebuah potensi diri. Remaja kita begitu nakal, tapi itu adalah sebuah potensi. Anda tahu? setiap potensi membutuhkan media, membutuhkan penyaluran. Permasalahannya adalah, apakah dalam masyarakat kita media penyaluran tersebut dapat menampung dan memberikan ruang gerak bagi setiap pribadi.
Kita ambil contoh: kegiatan kebut-kebutan di jalan, ini adalah manifestasi dari sebuah keberanian, ketrampilan,vitalitas dan hasrat. Andaikan ditempatkan dalam arena balap akan memungkinkan sebuah prestasi yang membanggakan.Sebut saja mukhlis adis setiawan pembalap motor cross, Alexandra asmasoebrata pembalap gokart, rifat sungkar, rio haryanto, Muhammad sean ricardo, ahmad yudhistira, dan dimas eki pratama. Mereka adalah sederet pribadi yang mampu berprestasi dalam dunia balap. Potensi mereka tersalurkan secara tepat dan efektif.
Bayangkan, apabila para pengendara motor yang hobinya kebut-kebutan menyalurkan energinya di keramaian lalu lintas kota, yang terjadi adalah destruksi lingkungan, krisis toleransi, krisis integerasi dan krisis imajinasi. Setidaknya, para pengendara motor harus bisa membayangkan, bahwa aktivitasnya bisa membahayakan orang lain jika tidak berhati-hati. Mereka, para pengendara motor harus memiliki rasa kepedulian social dengan lingkungan. Di jalan raya, akan ada anak kecil yang bersepeda, nenek yang sedang menyeberang, bahkan ibu-ibu yang menyalakan lampu sein sebelah kiri tapi belok ke kanan. Oleh sebab itu, rasa peduli harus di tanamkan oleh setiap pengendara di jalan raya.
Tapi, membentuk rasa peduli terhadap lingkungan bukanlah mata pelajaran yang diajarkan di sekolah, bahkan di bangku kuliah. Remaja yang tidak memiliki kepedulian social akan terlihat dari pribadinya yang tidak terbuka, merasa paling benar sendiri, superior, keras kepala, gampang menyalahkan orang lain, gampang menyepelekan, dan yang pasti adalah rasa tidak peduli. Contoh kecil: suatu ketika, ada seorang guru yang tidak sengaja memecahkan meja kaca--banyak siswa disitu, hanya sekedar saling memandang—mereka diam membatu dan melanjutkan aktivitasnya masing-masing. Sampai akhir, guru tersebut membersihkan pecahan kaca sendirian.
Contoh ketidakpedulian social sangatlah banyak, itu terekam dalam kehidupan remaja kita. bagaimanapun juga, pendidikan formallah yang dianggap menanggung beban tersebut. pendidikan kita masih belum bersentuhan dengan kehidupan sesungguhnya. Dan masyarakat kita, masih menyalahkannya secara membabi buta.Masyarakat kita terlalu repot dengan hiruk pikuk pekerjaan di kantornya, sampai-sampai tidak sempat berbincang dengan anaknya. Masyarakat kita, tertular virus dari pemuda yang tergolong dalam generasi Y. Yakni sebuah generasi yang sukanya hasil instan dan tanpa melalui mekanisme proses. Ingin cepet pintar, Ingin cepat banyak duit, ingin cepet ahli dalam berbagai hal, dan pokoknya semuanya serba terburu-buru. Masyarakat kita, maunya, ketika anak anak mereka lulus dari sekolah, mereka harus jadi anak yang budiman, baik hati, sopan, serta memiliki kepedulian sosial.
Taukah anda? bahwa kepedulian social terbentuk dari proses komunikasi antara pengalaman dan pendidikan. Kepedulian social terbentuk dari harmonisasi antara pendidikan dan masyarakat. Jangn sampai ornament-ornamen pembentuk rasa ini saling bergesekan, saling menubruk, saling merasa paling benar sendiri. Mereka harus saling bergandengan tangan, menarik ketika melalui “bukit”, dan mendorong ketika sudah “lelah”. Agar salah satu permasalahan remaja kita, dapat terselesaikan dengan optimal dan elegan. Agar kita, bisa mengerjakan yang lain untuk masa depan yang lebih baik. Tanpa ada corat coret seragam,  tanpa ada balap motor antara polisi dan pelajar, dan juga tidak akan ada lagi Ibu-Ibu yang menyalakan lampu sein ke kiri tapi belok ke kanan. Karena, dia sudah belajar dari pengalaman, dia sudah diingatkan oleh masyarakat bahwa tindakannya adalah tindakan yang berbahaya. Dia sudah meningkatkan kualitas dirinya melalui proses belajar. Sebab, saya tidak tahu lagi caranya, agar orang bisa meningkat kualitas dirinya, selain melalui proses belajar. Mungkin, bertapa di bawah air terjun adalah ide bagus, agar seseorang bisa menjadi lebih bermutu. Bagaimana menurut anda?


Komentar Anda



Berita Terbaru

Workshop Pengabdian Masyarakat yang diadakan oleh Universitas Brawijaya Malang
Workshop Pengabdian Masyarakat yang diadakan oleh Universitas Brawijaya Malang pada tanggal 11 Agustus 2018 tentang Media Pembelajaran telah sukses di

Penandatangan MOU SMK Bayt Al-Hikmah dengan Brighton English Malang
Test of English for International Communication atau lebih sering disebut TOEIC adalah tes bahasa Inggris yang dirancang secara khusus untuk mengukur

LOWONGAN KERJA
Yayasan Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan membuka lowongan pekerjaan sebagai berikut : 1. Pengajar Tingkat SMP      a.  Guru PKN 2. Pen

Hari Santri Berkreasi
Bayt Al Hikmah - Perayaan Hari Santri Nasional tahun ini banyak dilakukan dimana-mana dengan berbagai macam ifent yang berbeda-beda. Kemarin (21/10) S

Senyum Buat Para Juara
Bayt Al Hikmah - Selalu mempunyai banyak ifent-ifent lomba untuk  ikut serta. Kemarin (7/10)  SMA dan SMK terbang ke kota pahlawan Surabaya

FOLLOW US

YAHOO MESSENGER

PENGUNJUNG

Flag Counter

Youtube Terbaru

GOOGLE +

Twitter