SELAMAT DATANG DI PONDOK PESANTREN BAYT AL-HIKMAH KOTA PASURUAN INFO PENDAFTARAN : Silahkan hub : 081553112245 (UST DHONY)| Terima Kasih

Figur-Figur Pasuruan di Kalimantan

Tanggal : 23 April 2016 Oleh : team Himmah

Awal april lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke pulau sebelah. Sebuah tempat yang sebelumnya hanya bisa saya lihat di Atlas dan acara televisi. Sekarang, saya pun sudah berjelajah ke sana. Satu lokasi yang atraktif, penuh petualangan dan penuh semangat juang. Bahkan, mobil yang saya tumpangi sepanjang jalan ikut bersemangat, hingga tidak jarang saya terlempar dari kursi mobil, dan dilanjutkan dengan tawa yang terbahak.

Kunjungan kami disini salah satunya adalah amanah dari Pimpinan, untuk memberikan serangkaian tes masuk, calon santri Pesantren Bayt Al Hikmah, serta bersilaturahmi dengan para wali santri yang putra-putrinya sudah mondok di sini. Satu hal yang benar-benar mampu mengikat rasa jasmani dan ruhani antara lembaga pendidikan dengan para orang tua. Inilah salah satu bentuk kegiatan yang kami terapkan di Pesantren. Lembaga pendidikan dengan keluarga santri, saling merapatkan barisan, demi kemajuan para santri. Dan akhirnya, akan menciptakan figur-figur baru di kemudian hari.

Lebih dari pada itu, saya bisa bangga menjadi warga Pasuruan. Karena banyak sekali, masyarakat asli Pasuruan yang mampu menjadi panutan di tempat pertama yang saya tuju, yakni Balikpapan. Sebut saja Ust Muslich, yang kini sudah memiliki madrasah cukup besar, guna menampung para santri yang haus akan ilmu agama. Selain itu, Ust Muslich dengan Mebel Pasuruannya, mampu memenuhi kebutuhan kursi dan meja untuk penduduk sekitar. Tidak tanggung-tanggung, sekali kirim barang dari Pasuruan bisa langsung 4 container dengan 1 container berukuran panjang 40 feet. Ust Muslich, tidak hanya menjadi ulama dan Pengusaha di Balikpapan, namun juga orang yang berpengaruh di birokrasi setempat.

Tidak hanya itu, teman seperjuangannya pun, juga berprofesi sebagai pengusaha. Awal pertemuan, sungguh saya tidak menyangka beliau adalah pengusaha kayu, yang memasok untuk kebutuhan proyek di Kalimantan. Dan beliau, juga seorang penghafal Al-Qur’an. Tak lain, orang-orang hebat ini adalah, alumni dari Pesantren Salafiyah. Program pengabdian yang telah dirintis oleh Pesantren Salafiyah sejak lama, telah banyak menelurkan orang-orang berkualitas. Tidak hanya dalam bidang pendidikan, namun juga bidang lainnya.

Figur dari Pasuruan begitu banyak, Ada Kaji Sono, ada Ust Buchori, dan Ust Mizan, serta banyak tokoh lain yang juga luar biasa. Bahkan, begitu banyaknya warga pasuruan, sampai-sampai ada pemakaman yang bertuliskan MAKAM PASURUAN 1979 di pinggir jalan menuju Bontang. Selain daripada itu, saya yakin, keberkualitasan yang melekat pada diri beliau-beliau tidak lepas dari do’a serta ridlo guru, juga orang tua. Benar-benar perjalanan yang banyak memberikan pelajaran, sebuah perjuangan yang dilakukan tidak dengan mudah dan penuh tantangan, akhirnya mampu menghasilkan sejuta senyuman.

Inilah bentuk perjalanan dari proses pendidikan.  Yang berawal dari kesusahpayahan hingga tangisan. Pesantren, adalah formula yang kini dicari kembali. Saya masih ingat, ketika saya akan berangkat ke pesantren di tahun 2003. Banyak teman yang mengejek, banyak teman yang menghina, dan banyak tetangga yang meremehkan. “kate dadi modin ta kok mondok?”. Tapi orang tua saya selalu memberikan dorongan semangat atas argument-argumen negative dari orang sekitar.

Biarlah remehan itu terjadi, biarlah mereka memandang sebelah, dan akhirnya, berikan mereka tiket untuk duduk di bangku penonton, menyaksikan keberhasilan anak-anak anda, yang kini mondok di Pesantren? Oyi ta ?


Komentar Anda



Berita Terbaru

SEGUDANG PERMASALAHAN REMAJA KITA
Anak muda kita sekarang tidak lagi bikin pusing, tapi tambah bikin kepala jadi pecah. Pakai motor tiap hari, tapi tidak punya SIM, dipreteli pula. Keb

Standart Pendidikan Menjadi Pahlawan
Lan Fang, adalah teman bang AS, sebut saja AS Laksana, seorang penulis produktif di media masa. Saya tidak pernah bertemu dengan bang AS, dan hanya me

INTEGRASI PANDANG MANUSIA Menuju Rana Kognitif, Afektif Dan Psikomotorik Siswa
Berangkat dari sebuah pandangan bahwa manusia itu terdiri dari tiga komponen dan semua itu butuh proses pendidikan, yaitu : Manusia itu mempunyai aka

PESANTREN, SANTRI DAN KYAI
BAYT AL HIKMAH DOT NET – Tidak berlebihan jika Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang diperkirakan tak lekang oleh waktu dan tempat kecuali

MENUJU LEMBAGA PENDIDIKAN BERKARAKTER
Pasuruan – “Kegiatan Ekstrakurikuler di SMK belum dikatakan berhasil selama belum berhasil membangun karakter”, ujar Pak Aroem (nara

FOLLOW US

YAHOO MESSENGER

PENGUNJUNG

Flag Counter

Youtube Terbaru

GOOGLE +

Twitter