SELAMAT DATANG DI PONDOK PESANTREN BAYT AL-HIKMAH KOTA PASURUAN INFO PENDAFTARAN : Silahkan hub : 081553112245 (UST DHONY)| Terima Kasih

INTEGRASI PANDANG MANUSIA Menuju Rana Kognitif, Afektif Dan Psikomotorik Siswa

Tanggal : 15 Juni 2015 Oleh : team Himmah

Berangkat dari sebuah pandangan bahwa manusia itu terdiri dari tiga komponen dan semua itu butuh proses pendidikan, yaitu :

Manusia itu mempunyai akal dan akal itu membutuhkan ilmu pengetahuan
Manusia itu mempunyai jasad dan jasad itu membutuhkan makan, minum dan sebagainya
Manusia itu mempunyai hati dan hati itu membutuhkan pendidikan akhlak dan pendidikan agama.

Hal ini menunjukkan, bahwa manusia dengan segala fasilitas yang dimilikinya menjadi spesial dari makhluk lain ciptaan Allah SWT. Secara sederhana manusia dengan akalnya dapat membedakan sesuatu yang baik dan buruk; manusia dengan jasadnya dapat berdiri kokoh yang membungkus ruhnya; sedangkan manusia dengan hatinya dapat menjadi tempat berbisik tuhan berdasarkan pesan-pesan sucinya.

Selanjutnya, manusia yang spesial itu tidak kemudian digratiskan begitu saja. Perhatikan firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an Karim sebagai berikut :

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat, ayat 56).

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-Baqarah, Ayat 30).

Berdasarkan firman Allah tersebut, manusia hidup di dunia ini di amanatkan sebuah tugas, yaitu menjadi seorang hamba dan seorang khalifah. Tugas sebagai seorang hamba adalah menyembah kepada Allah SWT dan tugas sebagai seorang khalifah adalah memakmurkan bumi ini.

Bilamana tugas sebagai seorang hamba dan seorang khalifah dijalankan dengan baik, terlepas dari sebuah takdir yang sudah tertulis, maka dapat diyakini manusia akan dijanjikan surga dunia dan surga akhirat karena ini menjadi bentuk ikhtiyar makhluk yang bernama manusia. Ironisnya, manusia terkadang kurang bisa memanfaatkan fasilitas dengan baik dan bahkan ada yang menggunakan dengan sengaja berbuat kemaksiatan atau karena ketidaktahuan dalam menggunakan fasilitas yang diberikan tuhan tersebut.

Mari kita lihat, berbagai macam persoalan yang dihadapi manusia di bumi ini, JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyayangkan peristiwa tewasnya dua remaja di Tambora Jakarta Barat, Minggu (31/5/2015) kemarin. Basuki mengaku kesal remaja masih saja suka kekerasan dengan tawuran satu sama lain. Belum lagi pesta bikini summer dress bagi pelajar SMA di Bekasi dan Jakarta yang menyebar di You Tube dan jejaring sosial baru-baru ini.

Timbul sebuah pertanyaan, ada apa dengan manusia ? apa ada yang salah dalam menggunakan fasilitas itu ? tentu segala akibat pasti ada sebab. Maka dalam hal ini penulis mencoba untuk membicarakan tiga komponen manusia tersebut di atas sebagai berikut.

Sudut, Cara Dan Jarak Pandang Manusia

Sudut pandang (jasad/psikomotor/takhalluq/melatih/amal) adalah bekerja keras. berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin.

Cara pandang (akal/kognitif/tafaqquh/mengajar/ilmu) adalah bekerja cerdas. berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.

Jarak pandang (hati/afektif/ta’abbud/mendidik/iman) adalah bekerja ikhlas. berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.

Integrasi Pandang Manusia Menuju Siswa/i Berkualitas

Berdasarkan pemahaman sudut, cara dan jarak pandang manusia tersebut di atas, maka sangat positif bilamana ketiga pandang manusia tersebut di integrasikan/di satukan dalam proses melatih, mengajar dan mendidik siswa/i. Hal ini dikarenakan, siswa/i mempunyai tipe dan karakter serta potensi tersendiri yang telah dimiliki. Oleh sebab itu, tugas pelatih, pengajar dan pendidik baca : (guru/ustadz) adalah menemukan, membina dan mengembangkan tipe, karakter dan potensi tersebut menjadi produk yang siap saji dalam menghadapi tuntutan zamannya di setiap tindakan, pola pikir dan program-program yang dijalankan. Semoga bermanfaat. Amin.  

 

Oleh : Muhammad Mahfudz Rifa’i, M.Pd.I - Pasuruan, 14/06/15


Komentar Anda



Berita Terbaru

Workshop Pengabdian Masyarakat yang diadakan oleh Universitas Brawijaya Malang
Workshop Pengabdian Masyarakat yang diadakan oleh Universitas Brawijaya Malang pada tanggal 11 Agustus 2018 tentang Media Pembelajaran telah sukses di

Penandatangan MOU SMK Bayt Al-Hikmah dengan Brighton English Malang
Test of English for International Communication atau lebih sering disebut TOEIC adalah tes bahasa Inggris yang dirancang secara khusus untuk mengukur

LOWONGAN KERJA
Yayasan Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan membuka lowongan pekerjaan sebagai berikut : 1. Pengajar Tingkat SMP      a.  Guru PKN 2. Pen

Hari Santri Berkreasi
Bayt Al Hikmah - Perayaan Hari Santri Nasional tahun ini banyak dilakukan dimana-mana dengan berbagai macam ifent yang berbeda-beda. Kemarin (21/10) S

Senyum Buat Para Juara
Bayt Al Hikmah - Selalu mempunyai banyak ifent-ifent lomba untuk  ikut serta. Kemarin (7/10)  SMA dan SMK terbang ke kota pahlawan Surabaya

FOLLOW US

YAHOO MESSENGER

PENGUNJUNG

Flag Counter

Youtube Terbaru

GOOGLE +

Twitter