SELAMAT DATANG DI PONDOK PESANTREN BAYT AL-HIKMAH KOTA PASURUAN INFO PENDAFTARAN : Silahkan hub : 081553112245 (UST DHONY)| Terima Kasih

PESANTREN, SANTRI DAN KYAI

Tanggal : 28 Mei 2015 Oleh : team Himmah

BAYT AL HIKMAH DOT NET – Tidak berlebihan jika Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang diperkirakan tak lekang oleh waktu dan tempat kecuali mendadak kiamat. Kalau kita perhatikan secara seksama, di Indonesia khususnya di pulau jawa, berdasarkan pengamatan penulis tanpa melakukan sebuah penelitian dengan menggunakan berbagai macam metode dan hanya berbekal logika. Setiap tahun ajaran baru atau sekaligus acara wisuda, masih terlihat pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tetap diminati oleh masyarakat yang ingin mendalami berbagai disiplin keilmuan khususnya ilmu agama. Dan selanjutnya begitu banyak alumni pesantren yang telah bertebaran di bumi tercinta tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengamalkan ilmu yang didapat di pesantren dan bahkan ada yang sudah berhasil mendirikan pesantren sendiri.

Kota Pasuruan, tepatnya di Bugul Kidul-Krampyangan, berdirilah Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah. Lembaga ini didirikan oleh KH. Idris Hamid beserta para civitas Pesantren Salafiyah Pasuruan, sebagai manivestasi atas cita-cita luhur yang terinspirasi oleh nilai-nilai dan misi besar KH. Abdul Hamid, yaitu melahirkan generasi-generasi Islami yang mandiri dan berdaya saing di tengah semakin cepatnya laju globalisasi. Maksudnya adalah atas keyakinan penulis, bahwa “selama masih ditemukan santri di berbagai penjuru dunia, maka pesantren tetap ada”. Lalu kenapa harus santri bukan kyai ? jawabnya, iya. karena santri adalah generasi yang dipersiapkan untuk meneruskan perjuangan para kyai, dengan kata lain santri adalah kyai muda.

Itu berarti, Pesantren, Santri dan Kyai adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Maka seyogyanya, sebagai seorang santri kita patut berbangga dan bersyukur atas status yang melekat, sedangkan bentuk rasa suyukur itu mari kita wujudkan dengan berbagi kepada sesama. Kalau dalam bahasa lain adalah “Khairun Nas, Anfauhum Linnas” (sebaik-baik manusia adalah bermanfaat untuk manusia lainnya) atau kesiapan santri dalam pengabdiannya kepada masyarakat. Namun untuk berbagi kemanfaatan kepada sesama, selama menyantri, santri itu setidaknya sejak dini membiasakan shalih dalam Takhalluq, akram dalam Ta’abbud, dan atqan dalam Tafaqquh.

  • - Shalih dalam Takahalluq adalah keilmuan dan pengamalan yang bersifat integratif dalam perspektif keshalihan sosial, dimana dengan kedua hal tersebut santri dapat ikut ‘mewarisi’ bumi, sebagaimana firman Allah “Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasannya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh. (QS. Al Anbiya’ ayat 105).
  • - Akram dalam Ta’abbud adalah ketakwaan sebagai pendamping keshalihan sosial dan sekaligus sebagai jalan menuju kemuliaan di sisi Allah SWT. Allah berfirman “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al Hujurat ayat 13).
  • - Sedangkan Atqan dalam Tafaqquh adalah profesional dan menguasai secara mendalam   bidang-bidang yang digeluti, terutama bidang keilmuan dan kecakapan. Demikian dinyatakan dalam hadits riwayat Al Baihaqi yang artinya, “Allah suka pada seorang dari kalian yang melakukan sesuatu dengan meyakinkan (professional).”

Penggunaan kata  Takhalluq, Ta’abbud Dan Tafaqquh dalam bentuk Wazan Tafa’ul mengandung arti bahwa ketiga hal tersebut dilakukan secara terus-menerus dan dengan disertai upaya-upaya nyata. Selanjutnya, upaya-upaya nyata itu telah tampak membudaya di pesantren Bayt Al-Hikmah, berikut adalah sebagian contoh sederhana yang dapat penulis ungkap, yaitu :

No

Amaliyah Hasanah

Kegiatan

Tujuan

1

Takhalluq

Bermusafahah dengan Kyai (pendidik)

Menjalin sebuah silaturrahmi yang kokoh

2

Ta’abbud

Shalat berjamaah

Istiqamah/ ajeg dalam beribadah

3

Tafaqquh

Pengajian Ahad pagi

Memperoleh wawasan dan cinta ilmu pengetahuan

 

Demikian tulisan sederhana ini, tetapi sebelum disudahi, sebagai motivasi dalam ber-Amaliyah Hasanah, penulis ingat pernyataan KH. Idris Hamid saat mengikuti tausiyah setelah jama’ah Isya’ hari rabu malam kamis, 27/ 05/ 2015 bersama para santri di Masjid KH. Abdul Hamid, beliau mengatakan “saya yakin, segala bentuk ketaatan kepada Allah tidak akan berdampak negatif”. Semoga bermanfaat, Amin.

Pasuruan, 27/ 05/ 2015 Oleh : Muhammad Mahfudz Rifa’i, M.Pd.I


Komentar Anda



Berita Terbaru

Workshop Pengabdian Masyarakat yang diadakan oleh Universitas Brawijaya Malang
Workshop Pengabdian Masyarakat yang diadakan oleh Universitas Brawijaya Malang pada tanggal 11 Agustus 2018 tentang Media Pembelajaran telah sukses di

Penandatangan MOU SMK Bayt Al-Hikmah dengan Brighton English Malang
Test of English for International Communication atau lebih sering disebut TOEIC adalah tes bahasa Inggris yang dirancang secara khusus untuk mengukur

LOWONGAN KERJA
Yayasan Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan membuka lowongan pekerjaan sebagai berikut : 1. Pengajar Tingkat SMP      a.  Guru PKN 2. Pen

Hari Santri Berkreasi
Bayt Al Hikmah - Perayaan Hari Santri Nasional tahun ini banyak dilakukan dimana-mana dengan berbagai macam ifent yang berbeda-beda. Kemarin (21/10) S

Senyum Buat Para Juara
Bayt Al Hikmah - Selalu mempunyai banyak ifent-ifent lomba untuk  ikut serta. Kemarin (7/10)  SMA dan SMK terbang ke kota pahlawan Surabaya

FOLLOW US

YAHOO MESSENGER

PENGUNJUNG

Flag Counter

Youtube Terbaru

GOOGLE +

Twitter