SELAMAT DATANG DI PONDOK PESANTREN BAYT AL-HIKMAH KOTA PASURUAN INFO PENDAFTARAN : Silahkan hub : 081553112245 (UST DHONY)| Terima Kasih

Kisah Kunjungan Fadly “Padi” ke Bayt Al-Hikmah Pasuruan

Tanggal : 01 Mei 2015 Oleh : team Himmah

Kalau waktu bisa diputar ulang, saya ingin jadi santri…

Itulah salah satu ungkapan Mas Fadly, vokalis Band ternama Indonesia “Padi” di sela kunjungannya ke PP. Bayt Al-Hikmah Pasuruan 30/4/2015. Dalam pertemuan tersebut, mas Fadly bercerita tentang bagaimana dia berproses mencari sesuatu yang dirasa hilang dalam dirinya. Sejak kecil dia belajar di sekolah umum, hingga masuk di salah satu universitas di Surabaya dan kemudian bertemu teman-temannya yang kemudian membentuk grup band yang dinamakan Padi. Padi sendiri merupakan sebuah filosofi kehidupan yang cukup dalam maknanya: semakin berat isinya, semakin merunduk perangainya. Semakin banyak isinya, semakin tawadlu’ orangnya. Sesuatu yang hilang itu sejak lama dirasakan dan tidak dapat tergantikan oleh ketenaran, kekayaan dan gemerlap dunia. Sesuatu yang hilang itu baru ditemukan ketika dia berhasil menemukan turning point, sebuah titik balik yang menjadikan mas Fadly kini ingin lebih mengenal agama, pesantren dan ulama. Sesuatu yang hilang itu adalah kepuasan batin. Kepuasan batin itu dia rasakan ketika dia pertama kali bekerjasama dengan para musisi Islami seperti Haddad Alwi, Opick dan Ki Sastro.

Perjalanan spiritualnya semakin berkembang begitu dia mengenal Islam lebih dalam melalui jalur musisi Islam dan dilanjutkan kepada para guru dan kyai. Titik balik ini juga yang mempertemukan mas Fadly dengan musisi Islam yang begitu mendunia namanya, Maher Zein. Mas Fadly juga bercerita bahwa pengalaman bertemu dengan Maher Zein bukan saja pertemuan yang membahas tentang seni dan musik belaka. Pertemuan dengan Maher Zein yang dulunya juga merupakan artis hip hop, seorang muslim yang hidup di Swedia dengan kehidupan yang jauh dari Islam, merupakan sebuah hidayah yang semakin menguatkan dirinya untuk semakin mengejar kepuasan batin tersebut. Maher Zein menyampaikan kepadanya bahwa peradaban modern tidak bisa memberikan kepuasan batin yang sekarang dirasakan. Peradaban modern mungkin membuatnya kaya raya, populer dan banyak penggemar. Tapi semakin kepuasan lahiriyah terpenuhi, hati terasa semakin kering. Akhirnya Maher Zein untuk memutuskan menjadi musisi Islam, karena disana dia menemukan ketenangan, kebahagiaan dan kepuasan batin yang tak ternilai.

Sang vokalis ini juga berpesan kepada para santri agar bersyukur dan berbangga menjadi seorang santri. Dia juga memiliki anak yang sekarang dimasukkan ke pesantren. Dia juga berpesan kepada para santri untuk menaati perintah kyai, perintah guru karena itu akan membawa berkah nanti di kemudian hari. Mas Fadly juga menekankan bahwa tidak ada tempat yang paling menentramkan kecuali berada di sekeliling orang-orang sholeh yang ahli ibadah, seperti halnya berada di pesantren. Karenanya dia sempat berandai-andai: “kalau waktu bisa diputar ulang, saya ingin jadi santri…”.

Akhirnya, pertemuan diakhiri dengan nyanyi bersama-sama, menyanyikan lagu Padi sampai lagu Insya Allah yang fenomenal. Momen yang cukup spesial dialami oleh salah satu staf Pesantren yang diberikan rezeki kemiripan wajah dengan sang vokalis tersebut. Bahkan, akhir namanya selalu diakhiri dengan nama Fadly, menjadi Yogi Fadly. Berkat kemiripannya itu, dia berhasil berduet dan berfoto, bahkan saling merangkul dan berpelukan dengan idolanya tersebut. Para santri senang, para asatidz senang, para staf senang, semua yang hadir merasa senang dan terhibur dengan kedatangan sang idola. Kunjungan ini sungguh menjadi suntikan semangat berpesantren yang menggugah para santri dan para asatidz untuk bisa menjadi orang-orang yang bermoral, berilmu, berkarya dan bertakwa. Amin…

By: Mohammad Nailur Rochman


Komentar Anda



Berita Terbaru

LOWONGAN KERJA
Yayasan Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan membuka lowongan pekerjaan sebagai berikut : 1. Pengajar Tingkat SMP      a.  Guru PKN 2. Pen

SEGUDANG PERMASALAHAN REMAJA KITA
Anak muda kita sekarang tidak lagi bikin pusing, tapi tambah bikin kepala jadi pecah. Pakai motor tiap hari, tapi tidak punya SIM, dipreteli pula. Keb

Standart Pendidikan Menjadi Pahlawan
Lan Fang, adalah teman bang AS, sebut saja AS Laksana, seorang penulis produktif di media masa. Saya tidak pernah bertemu dengan bang AS, dan hanya me

INTEGRASI PANDANG MANUSIA Menuju Rana Kognitif, Afektif Dan Psikomotorik Siswa
Berangkat dari sebuah pandangan bahwa manusia itu terdiri dari tiga komponen dan semua itu butuh proses pendidikan, yaitu : Manusia itu mempunyai aka

PESANTREN, SANTRI DAN KYAI
BAYT AL HIKMAH DOT NET – Tidak berlebihan jika Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang diperkirakan tak lekang oleh waktu dan tempat kecuali

FOLLOW US

YAHOO MESSENGER

PENGUNJUNG

Flag Counter

Youtube Terbaru

GOOGLE +

Twitter