SELAMAT DATANG DI PONDOK PESANTREN BAYT AL-HIKMAH KOTA PASURUAN INFO PENDAFTARAN : Silahkan hub : 081553112245 (UST DHONY)| Terima Kasih

Memahami Gerakan Dakwah Kyai Hamid (sesion 1)

Tanggal : 02 Januari 2015 Oleh : Team Humas Bayt Al-Hikmah

Saya sengaja menampilkan foto Kyai Hamid ini sebagai bagian awal dari bahasan wacana Kyai Hamid. Mengapa? Karena hati saya merasa bertaut akbar dengan beliau. Dari foto 2 deminsi ini aja, terbukalah banyak kenangan; manis, sejuk, indah, mengagumkan sekalian membahagiakan. Pasti tidak banyak ulama/kyai yang maqomnya seperti ini. Kyai Hamid sebagai ulama fenomenal. Dari foto ini saja melintas kenangan-kenangan positive-konstruktif seperti tersebut diatas. Itu sesuatu yang tidak bisa dibuat-buat. Itulah fenomenal Kyai Hamid. Foto itu saja sudah mengundang hadirnya keistimewaan Kyai Hamid. Apalagi ketika kita bertemu beliau, mengucap salam, bersalaman, berbincang, berdialog berdua atau bersama-sama tamu yang lain, dalam posisi duduk maupun berdiri selalu akan meninggalkan kesan mendalam dalam arti positif.

Setidaknya, dari foto Kyai Hamid dalam 2 demensi itu tersirat makna-makna tawadlu’-low profile, menyembunyikan kelebihan-keunggulan pribadi, suka berhadapan dalam posisi relative sejajar, santun, lembut, siapa membantu dan menolong, what can I do for you, serta memaafkan segalanya. Dalam wacana memahami gerakan dakwah Kyai Hamid banyak hal dapat kita pelajari yang dampaknya diharapkan bisa mengimbas pada perilaku dan langkah kita sendiri. Apakah keseharian kita sudah mempunyai ila sabili robbi? Apakah keseharian kita itu sarat dengan kebermaknaan? Apakah bila kita memberikan nasehat dengan lisan itu sudah tepat? Arif? Efektif mengantar ke jalan kebenaran yang di ridloi Allah SWT? Ataukah – naudzubillah min dzalika – keseharian kita itu hanya kedunian hedonistic yang sarat dengan kesia-siaan?

Mempelajari keseharian dan paradigm Kyai Hamid tentunya dengan harapan semoga kita bisa mulai mengadopsi keseharian Kyai Hamid sekaligus juga mengadaptasikannya. Paradigma kehidupan dakwah dalam keseharian Kyai Hamid (dalam penulis yang lemah dan sangat terbatas) dapat dikelompokkan setidaknya menjadi :

  1. Seruan Dakwah

Nasehat, ajaran atau peringatan menuju Jalan Tuhan yang disampaikan Kyai Hamid dalam pengajian rutin (missal kuliah subuh) baik dengan referensi Al-Hikam atau Riyadlus Sholihin atau secara bebas sesuai olahan beliau. Penulis sering mengikuti kuliah subuh ini dan dalam pengamatan penulis ada tidak biasa terjadi di lain tempat.

Yakni Kyai Hamid tidak memakai pengeras suara padahal jama’ahnya banyak dan tentu jama’ahnya yang tempat duduknya jauh dari beliau (secara normal mereka tidak bisa mendengar suara beliau) walau demikian tidak terdengar suara berisik sama sekali. Jamaah yang mangaji dengan tekun itu seolah menasehati diri sendiri agar bisa menjalani sesuai dengan yang diharapkan Kyai Hamid.

Model seperti ini ada kelebihan dalam arti ada upaya proaktif dari jama’ah untuk intropeksi dan koreksi diri sendiri menuju jalan Tuhan termasuk mengadaptasi sosok Kyai Hamid sebagai acuan. Penulis membaca kondisi respon jamaah yang seperti itu sebagai bagian dari keikhlasan beliau yang istiqomah dalam mengemban tugas membina ummat. Membina mengarahkan dan memotivasi ummat itu lebih terasa ketika Kyai Hamid menerima tamu di rumah. Ketika beliau menerima tamu misalkan 15 orang (kurang atau lebih dari itu) maka beliau hadapi tidak secara face to face tapi lebih secara welcoming face (ahlan wasahlan bikhururikum lebih masuk ke hati) beliau tidak hanya menyampaikan satu hal untuk semua tamu. Beliau tanyai semua tamu satu persatu dan beliau berdialog dengarkan curhatan tamu-tamu sambil berdialog memberi motivasi, harapan dan arahan. Kadang ada tamu yang menangis tapi lebih banyak memberikan psiko terapi supportif dan terasa sekali beliau sudah merangsang spiritual power dari masing-masing tamu.

Dalam persepsi penulis, kondisi dan kualitas dakwah Kyai Hamid yang seperti itu, tidak cukup jika dihubungakan dengan ungkapan : the best singer, not the song. Lebih tepat ungkapannya adalah : the best singer with the good song. Beberapa kali ketika penulis menemui beliau bersama tamu lain, tampak ada kesegaran baru, harapan baru dan bangkitnya energy spiritual para tamu tersebut. Ketika bersalaman untuk pamitan, beberapa kali tangan penulis ini diraih oleh beliau dan penulis dengan kikuk dan sungkan menerima jabat tangan para tamu. Sementara beliau memegangi pergelangan tangan kanan saya. Adapun mengenai kondisi dan subtansi dakwah beliau dalam kesempatan pengajian umum, penulis belum pernah mengikuti sehingga belum bisa berwacana tentang hal tersebut.


Komentar Anda



Berita Terbaru

Workshop Pengabdian Masyarakat yang diadakan oleh Universitas Brawijaya Malang
Workshop Pengabdian Masyarakat yang diadakan oleh Universitas Brawijaya Malang pada tanggal 11 Agustus 2018 tentang Media Pembelajaran telah sukses di

Penandatangan MOU SMK Bayt Al-Hikmah dengan Brighton English Malang
Test of English for International Communication atau lebih sering disebut TOEIC adalah tes bahasa Inggris yang dirancang secara khusus untuk mengukur

LOWONGAN KERJA
Yayasan Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan membuka lowongan pekerjaan sebagai berikut : 1. Pengajar Tingkat SMP      a.  Guru PKN 2. Pen

Hari Santri Berkreasi
Bayt Al Hikmah - Perayaan Hari Santri Nasional tahun ini banyak dilakukan dimana-mana dengan berbagai macam ifent yang berbeda-beda. Kemarin (21/10) S

Senyum Buat Para Juara
Bayt Al Hikmah - Selalu mempunyai banyak ifent-ifent lomba untuk  ikut serta. Kemarin (7/10)  SMA dan SMK terbang ke kota pahlawan Surabaya

FOLLOW US

YAHOO MESSENGER

PENGUNJUNG

Flag Counter

Youtube Terbaru

GOOGLE +

Twitter