SELAMAT DATANG DI PONDOK PESANTREN BAYT AL-HIKMAH KOTA PASURUAN INFO PENDAFTARAN : Silahkan hub : 081553112245 (UST DHONY)| Terima Kasih

Mbah Yasin (sesion 2)

Tanggal : 12 Nopember 2014 Oleh : Team Humas Bayt Al-Hikmah

Setelah berdiri sebagai sekolah, banyak murid yang menimba ilmu agama disana sehingga boleh dikatakan sekolah tadi sebagai sentral pendidikan formal bidang agama di Pasuruan. Beberapa tahun kemudian Bapak Surati meninggal dunia dan karena ikrar berstatus wakaf itu tidak ada bukti tertulis, maka ahli warisnya meminta sekolah tadi untuk di miliki kembali dan dijual buat kepentingan hidup masing-masing ahli warisnya. Dan untuk sementara waktu kegiatan sekolah mandeg (berhenti sementara). Agar sekolah tidka berhenti maka Kiyai Yasin berusaha pinjam tempat bangunan rumah besar selatan alun-alun milik orang arab yang sekarang menjadi pertokohan. Sambil menunggu kumpulnya uang untuk membeli rumah warisan Surati, kegiatan sekolah pindah kerumah tersebut terakhir tadi.

Kemudian berkat jerih payahnya, Kiyai Yasin bisa membeli rumah tersebut atas nama sendiri dengan harga 12.000 Golden kerana dapat pinjaman uang dari seorang pengusaha kaya Pasuruan H. Kalek. Kemudain kegiatan sekolah pindah lagi ke komplek tersebut, yang selanjutnya oleh beliau diikrarka sebagai komplek wakaf, dan sampai dewasa ini komplek itu masih berstatus

Aktivitas perjuangannya selain pendidikan madrasah dan pondok pesantren, beliau dikenal mempunyai andil cukup besar dalam pembinaan dan pengembangan Masjid Jami. Hal ini berarti beliau memiliki dua tanggung jawab yang amat berat yaiutu di satu pihak membina pondok pesantren dan madrasah dipihak lain masjid jami Kota Pasuruan.

                Tokoh kharismatik dan sangat berpengaruh di tengah-tengah kehidupan masyarakat itu juga sebagai arsitektur kenamaan yang gemar membangun tempat-tempat ibadah seperti masjid dan musholla dibeberapa tempat. Tidak itu bahkan beliau telah membangun sebuah bangunan qubah megah dekat kuburan gurunya Habib Alwi Assegaf yang berada di Kebonagung Kota Pasuruan yang samapai sekarang bangunan itu kelihatan megah dan masih

Disamping itu, beliau juga ikut andail memprakarsi berdirinya Jam’iyah Nahdlotul Ulama’ (NU). Pada saat akan terbentuknya organisasi besar ini pada tahun 1926. Kiyai Yasin dikenal sebagai salah satu pelopor pendukung berdirinya organisasi ini. Ceritanya demikian : NU sebelum berdiri, Kiyai Masykur seorang ulama dari Malang telah bermimpi bahwa di Indonesia seolah-olah ada suatu konferensi besar yang dihadiri oleh ulama’ seluruh Indonesia. Kemudian mimpi tersebut disampaikan kepada KH Hasyim Asyari diJombang. Dalam pada itu paham Wahabi yang dipelopori oleh Muhammad Abduh cukup berkembang di negeri Arab dan di Indonesia yang dibawa masuk oleh orang-orang islam yang mangaku modernis. Setelah dimengerti takbir mimpi tersebut, Kiyai Hasyim Asyari menyuruh Kiyai Masykur untuk segera pergi menemui Kiyai Wahab Hasbulloh di Surabaya, setalah sampai dikota besar ini dan bertemu sambil bincang-bincang dengan Kiyai Wahab,  Kiyai Masykur oleh Kiyai Wahab Hasbulloh diperintahkan ke Pasuruan untuk menemui Kayai Yasin untuk memohon doa restu bahwa Kiyai Hasyim punya pendirian akan membangkit para ulama membendung paham Wahabi dengan dikoordinir dalam satu wadah organisasi. Pendirian tersebut oleh Kiyai Yasin di restui dan didoakan semoga sukses. Kemudian Kiyai Yasin dengan di sertai menantu beliau KH. Abdulloh Ubaid, Kiyai Masykur oleh Kiyai Yasin diperintahkan ke Jember untuk menemui Kiyai Agung yang disebut Mbah Siddiq, setalah itu pulang kembali menghadap Kiyai Hasyim. Maka para Ulama berkumpul di Surabaya, yang selanjutnya lahirlah NU dan Kiyai Hasyim Asyari menjabat sebagai Raisul Akbar (ketua tertinggi/ketua besar)

Kemudian pada tahun 1351 H Kiyai yasin wafat dalam usia 74 tahun di Pasuruan dan dimakamkan dekat Guru beliau Habib Alwi di Kebonagung Kota Pasuruan. Beliau dengan istri pertama meninggal empat orang anak, dau orang putra masing-masing bernama Kiyai Muhammad dan Kiyai Abdulloh, dua orang putri, yaitu Nyai Raihanah dan Nyai Syafi’ah. Nyai Raihanah dipersunting oleh Kiyai Ahmad Qusyairi, dan Nyai Syafi’ah oleh Kiyai Abdulloh Ubaid. Sedangkan perkawinan yang kedua meninggalkan dua orang anak, seorang putra bernama Kiyai Aqib dan seorang putri yang bernama

Dari beberapa uraian tentang watak dan kepribadian Kiyai Yasin serta perjuangan dan pemikiran-pemikirannya yang maju kedepan dapat kami simpulkan bahwa Kyai Yasin tidak hanya menjadi panutan, pemimpin sepiritul yang mampu menarik banyak orang. Akan tetapi juga beliau adalah seorang intelktual kenamaan pondok mulai menerapkan lembaga pendidikan gabungan yaitu system pendidikan non klasikal (sistem pesantren) dan sistem klasikal (schooling) atau madrasah. Sekalipun sistem pendidikan madrasah ini pada saat itu masih dianggap relative sederhana, namun perlu diakui bahwa keberadaanya itu merupakan embrio kemajuan pesantren dikemudian hari sehiangga mampu mencetak manusia-manusia sufi inteltual. Berarti Kiyai Yasin adalah bapak sufi

Sebagai sufi intelktual, beliau menerapkan watak pendidikan menurut konsep islam yaitu menginginkan terbentuknya santri (siswa) yang berwatak dan berkepribadian etis religious, rasionalis dan empiris dengan ciri-ciri

  1. Mengabdi kepada Allah SWT dengan menjalankan kaidah-kaidah keIslaman, keimanan, ketaqwaan dan keikhlashan.
  2. Memahami, dan menghayati keberadaan sebagai makhluk individual dan seosial dan
  3. Menerapkan dan mengamalkan fungsinya dengan dibekali ilmu  sebagai khalifah di bumi

Disisi lain Kiyai Yasin juga dikenal sebagai pemimpin yang disiplin yang demokratis dan berfikir moderat serta berlaku adil dalam segala tindakan dan mau mananggung resiko dalam semua perbuatan. Oleh karena itu beliau mencoba mengkader kedisiplinan beberapa orang tokoh muda dilatih menjadi pemimpin. Sebagai konsekwensinya beliau pernah mengangkat empat orang muda sebagai pemimpin pondok secara bergilir masing-masing diberi batas waktu 6 bulan. Atau dengan kata lain, tokoh pemuka agama kharismatik ini menerapkan sitem periodesasi masa bakti kepemimpinan pondok berlaku 6 bulan lamanya. Meraka yang terpilih itu adalah :

  1. KH. Sahalulloh
  2. KH. Muhammad bin Yasin
  3. KH. Abdulloh bin Yasin
  4. KH. Ahmad Sahal.

Komentar Anda



Berita Terbaru

Workshop Pengabdian Masyarakat yang diadakan oleh Universitas Brawijaya Malang
Workshop Pengabdian Masyarakat yang diadakan oleh Universitas Brawijaya Malang pada tanggal 11 Agustus 2018 tentang Media Pembelajaran telah sukses di

Penandatangan MOU SMK Bayt Al-Hikmah dengan Brighton English Malang
Test of English for International Communication atau lebih sering disebut TOEIC adalah tes bahasa Inggris yang dirancang secara khusus untuk mengukur

LOWONGAN KERJA
Yayasan Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan membuka lowongan pekerjaan sebagai berikut : 1. Pengajar Tingkat SMP      a.  Guru PKN 2. Pen

Hari Santri Berkreasi
Bayt Al Hikmah - Perayaan Hari Santri Nasional tahun ini banyak dilakukan dimana-mana dengan berbagai macam ifent yang berbeda-beda. Kemarin (21/10) S

Senyum Buat Para Juara
Bayt Al Hikmah - Selalu mempunyai banyak ifent-ifent lomba untuk  ikut serta. Kemarin (7/10)  SMA dan SMK terbang ke kota pahlawan Surabaya

FOLLOW US

YAHOO MESSENGER

PENGUNJUNG

Flag Counter

Youtube Terbaru

GOOGLE +

Twitter