SELAMAT DATANG DI PONDOK PESANTREN BAYT AL-HIKMAH KOTA PASURUAN INFO PENDAFTARAN : Silahkan hub : 081553112245 (UST DHONY)| Terima Kasih

BELAJAR KIMIA IT’S OKE WAE….!?

Tanggal : 01 Nopember 2014 Oleh : Team Humas Bayt Al-Hikmah

BELAJAR KIMIA IT’S OKE WAE….!?
(By: Bahrul Ulum M.Si )

Apakah Anda orang yang berkecimpung di dunia pendidikan atau non pendidikan? Tentunya tidak asing lagi dengan istilah belajar. Semua orang telah mengalami proses belajar selama hidupnya. Namun apa sich definisi belajar itu sendiri? Tentu akan membuat kita berpikir hingga menyebabkan pusing tujuh keliling. Secara umum belajar didefinisikan sebagai suatu proses yang menyatukan kognitif, emosional dan pengaruh lingkungan dan pengalaman untuk memperoleh, meningkatkan, atau membuat perubahan suatu pengetahuan, keterampilan, nilai dan pandangan dunia (Haryanto dalam Illeris, 2000 dan Ormorod, 1995).

Dalam belajar terdapat berbagai disiplin ilmu yang menjadi objek dalam suatu pembelajaran, antara lain ilmu agama, social, politik, sains dan teknologi. Dari ilmu tersebut masih dapat dirinci lagi menjadi ilmu-ilmu lain yang lebih spesifik. Sebagai contoh ilmu kimia merupakan bagian dari disiplin ilmu sains atau lebih dikenal dengan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dalam dunia pendidikan. ilmu kimia ini mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, perubahan serta energi yang menyertai perubahan tersebut (Sudarmo, 2013).

Kimia adalah salah satu mata pelajaran yang semakin penting seiring berkembangnya ilmu dan teknologi sekarang ini. Akan tetapi kebanyakan bagi sebagian siswa, ilmu Kimia dianggap sebagai salah satu pelajaran yang tidak menyenangkan alias membosankan. Bahkan yang lebih parah lagi dianggap sebagai “momok” bagi sebagian siswa atau peserta didik karena merupakan pelajaran yang menyulitkan. Kesulitan mempelajari ilmu kimia ini terkait dengan ciri-ciri ilmu kimia itu sendiri yang disebutkan oleh Kean dan Middlecamp (dalam Safrizal, 2011) yang merupakan penyederhanaan dari yang sebenarnya, sifatnya yang berurutan dan berkembang cepat, tidak hanya menyelesaikan soal-soal tetapi juga pemahaman konsep dan materi yang cukup banyak.

Untuk memecahkan masalah tersebut maka diperlukan perbaikan proses belajar-mengajar. Hal ini dapat dilakukan cara pemilihan model dan media pembelajaran yang tepat. Seorang guru harus benar-benar memperhatikan model dan media mengajar yang akan digunakan sehingga ilmu kimia yang sulit akan dirasa lebih mudah untuk dipelajari siswa. Menurut teori belajar konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan masalah, mencari ide dan membuat keputusan. Siswa akan lebih paham karena mereka terlibat langsung dalam memperoleh pengetahuan baru, mereka akan lebih paham dan mampu mengapliklasikannya dalam semua situasi. Selain itu siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep.

Salah satu solusi model mengajar yang dapat membuat siswa aktif, senang dan responsif dalam belajar kimia adalah model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif (cooperatif learning) merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai dengan enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengajaran oleh timan sebaya ternyata lebih efektif daripada pengajaran oleh guru. Dalam hal ini guru hanya bertindak sebagai fasiltator.

Salah satu model pembelajaran kooperatif adalah tipe jigsaw. Pembelajaran kooperatif model jigsaw mengambil pola cara bekerja sebuah gergaji ( jigsaw), yaitu siswa melakukan sesuatu kegiatan belajar dengan cara bekerja sama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan bersama. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan model pembelajaran yang mampu mengajak siswa untuk berpikir secara aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran. Model ini tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual tetapi seluruh potensi yang ada, termasuk pengembangan emosional dan pengembangan keterampilan. Dengan menerapkan model pembelajaran ini akan melatih siswa berani mengemukaan pendapat, bekerja sama, mengembangkan diri, dan bertanggungjawab secara individu, saling ketergantungan positif, interaksi personal dan proses kelompok. Anita Lie (dalam Budiawan & Arsani, 2013) menegaskan bahwa penggunaan model pembelajaran ini secara efektif dan efisien akan mengurangi monopoli guru dalam penguasaan jalannya proses pembelajaran, dan kebosanan siswa dalam menerima pelajaran akan berkurang.

Langkah-langkah pembelajaran kooperatif model jigsaw menurut Stepen, Sikes and Snapp (dalam Fadhly, 2103) dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Siswa dikelompokan sebanyak 1 sampai dengan 5 orang siswa.
  2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi berbeda
  3. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian sub bagian yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka.
  4. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali kedalam kelompok asli dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kusai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan seksama,
  5. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
  6. Guru memberi evaluasi
  7. Penutup

Dalam pembelajaran Kimia menggunakan kooperatif model jigsaw ini materi yang dipilih adalah Perkembangan Model Atom Kelas X Peminatan Matematika & Ilmu-Ilmu Alam SMA Bayt Al-Hikmah semester 1 Tahun Pelajaran 2014-2015. Materi tersebut dibagi menjadi 4 sub bab, yaitu:

  1. Teori dan Model Atom Dalton
  2. Teori dan Model Atom Thomson
  3. Teori dan Model Atom Rutherford
  4. Teori dan Model Atom Bohr

Pembagian kelompok dilakukan secara acak, dimana 1 kelompok terdiri dari 4 orang dan jumlah kelompok yang ada adalah 4 kelompok. Beberapa  dokumentasi hasil proses pembelajaran kooperatif model jigsaw yang terjadi adalah sebagai berikut:

  1. Diskusi Kelompok Ahli (Mempelajari sub bab masing-masing)

            

  1. Diskusi Kelompok Asal (Saling tukar informasi yang telah dipelajari dalam kelompok ahli)

     

  1. Presentasi Kelompok

     

  1. Evaluasi (Menjawab Pertanyaan TTS)

     

  1. Penutup (Menyimpulkan hasil pembelajaran)

Komentar Anda



Berita Terbaru

Workshop Pengabdian Masyarakat yang diadakan oleh Universitas Brawijaya Malang
Workshop Pengabdian Masyarakat yang diadakan oleh Universitas Brawijaya Malang pada tanggal 11 Agustus 2018 tentang Media Pembelajaran telah sukses di

Penandatangan MOU SMK Bayt Al-Hikmah dengan Brighton English Malang
Test of English for International Communication atau lebih sering disebut TOEIC adalah tes bahasa Inggris yang dirancang secara khusus untuk mengukur

LOWONGAN KERJA
Yayasan Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan membuka lowongan pekerjaan sebagai berikut : 1. Pengajar Tingkat SMP      a.  Guru PKN 2. Pen

Hari Santri Berkreasi
Bayt Al Hikmah - Perayaan Hari Santri Nasional tahun ini banyak dilakukan dimana-mana dengan berbagai macam ifent yang berbeda-beda. Kemarin (21/10) S

Senyum Buat Para Juara
Bayt Al Hikmah - Selalu mempunyai banyak ifent-ifent lomba untuk  ikut serta. Kemarin (7/10)  SMA dan SMK terbang ke kota pahlawan Surabaya

FOLLOW US

YAHOO MESSENGER

PENGUNJUNG

Flag Counter

Youtube Terbaru

GOOGLE +

Twitter