SELAMAT DATANG DI PONDOK PESANTREN BAYT AL-HIKMAH KOTA PASURUAN INFO PENDAFTARAN : Silahkan hub : 081553112245 (UST DHONY)| Terima Kasih

TATA TERTIB PESANTREN

Tanggal : 14 Oktober 2014 Oleh : Administrator

PASAL I
KETENTUAN UMUM

  1. Santri Pondok Pesantren Bayt al-Hikmah adalah santri yang tinggal di dalam pesantren yang menaati seluruh aturan dan mengikuti seluruh nilai-nilai yang diajarkan oleh Pesantren.
     
  2. Pengasuh Pondok Pesantren Bayt al-Hikmah adalah orang yang harus selalu didengarkan dan ditaati nasihat-nasihat-nya, dihormati dan dijaga nama baiknya.
     
  3. Ustadz/Ustadzah adalah wakil-wakil dari pengasuh yang membantu penga-suh dalam mendidik dan membim-bing para santri. Oleh karenanya, santri harus memperlakukan Ustadz/ Ustadzah seperti pengasuh yaitu dengan mematuhi, menghormati dan menjaga nama baiknya.
     
  4. Musyrif/Musyrifah adalah pembantu pengasuh yang bertugas untuk men-dampingi dan membimbing adik-adik dalam melakukan kegiatan sehari-hari di pesantren. Musyrif/Musyrifah juga wakil dari pengasuh yang harus senan-tiasa dipatuhi, dihormati dan dijaga nama baiknya.


PASAL II
HAK

  1. Mendapatkan pendidikan dan penga-jaran yang layak dan bermutu.
  2. Mendapatkan pembinaan spiritual, akhlakul karimah, kebersihan dan kedisiplinan.
  3. Mendapatkan fasilitas asrama sesuai de-ngan ketentuan yang telah ditetapkan.
  4. Santri dan wali santri memiliki hak komplain, yaitu melaporkan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan dan tata tertib yang berlaku di pesantren terkait tenaga kepengasuhan, tenaga kependidikan dan sarana pesantren.
PASAL III
KEWAJIBAN
  1. Berpegang teguh pada ajaran-ajaran Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah dan menjauhi ajaran yang tidak sejalan de-ngan ajaran para pendahulu kita yaitu salafuna as-sholihun. Penting bagi kita untuk berjalan meniru jalan yang telah lebih dahulu dilalui oleh orang-orang besar yang telah sukses meniti hidup duniawinya dan berhasil mem-perkaya bekal akhiratnya.
  2. Santri harus selalu menjaga citra pesantren dan nama baik pengasuh.
  3. Setiap santri wajib patuh dan taat atas perintah, larangan dan kebijakan pesantren.
  4. Sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan terhadap pesantren, maka santri wajib membawa buku saku saat keluar dari lingkungan pesantren.
  5. Bertindak jujur, berperilaku sederhana dan bersikap sopan, baik dalam ber-pakaian, tingkah laku maupun ucapan.
  6. Saling menghormati dan tolong me-nolong dalam hal-hal yang positif.
  7. Menjaga ketenangan suasana untuk mendukung kegiatan belajar.
  8. Menjaga kerukunan antar santri dan tidak mengambil hak milik orang lain.
  9. Menempati kamar yang telah ditetapkan oleh pengurus.
  10. Menjaga dan memelihara fasilitas yang ada di dalam pesantren.
  11. Menjaga kebersihandiri, pakaian dan lingkungan Pesantren.
  12. Melaksanakan piket sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
  13. Menjaga nilai-nilai etika moral dalam pergaulan di pesantren.
  14. Mengikuti kegiatan pembinaan yang telah diprogramkan.
  15. Melaporkan setiap pelanggaran kepa-da musyrif/musyrifah.
  16. Menaati semua peraturan dan tata tertib pesantren serta ketentuan lain yang berlaku.

 

PASAL IV
LARANGAN – LARANGAN

  1. Membawa aksesoris atau perhiasan yang dinilai kurang sesuai dengan etika kepesantrenan.
  2. Menjemur pakaian selain di tempat yang ditentukan.
  3. Masuk ke kamar orang lain.
  4. Berpindah kamar tanpa sepengetahu-an pengurus.
  5. Membawa, berlangganan dan menyimpan novel atau buku bacaan Islami atau non-Islami selain buku pelajaran.
  6. Membawa dan mempergunakan pera-latan elektronik, modem, flash disk, memory card, hard disk eksternal dan sejenisnya kecuali laptop.
  7. Menyimpan film, video klip dan game di dalam laptop atau alat penyim-panan lainnya.
  8. Meninggalkan kegiatan pesantren atau sekolah tanpa izin.
  9. Keluar pesantren tanpa perizinan dari pengurus (meskipun dibawa keluar oleh walisantri).
  10. Merokok di dalam atau di luar pesantren.
  11. Merusak fasilitas pesantren.
  12. Membuang sampah sembarangan.
  13. Melakukan atau mengajak teman lain untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan norma-norma dan tidak dibenarkan dalam agama Islam (me-langgar, mencuri, menyebar fitnah, dst.).
  14. Melakukan perbuatan/perlakuan yang melanggar kesusilaan.
  15. Menggunakan fasilitas umum pesan-tren untuk kepentingan pribadi yang dapat merugikan kepentingan santri lainnya.
  16. Membawa kendaraan bermotor jenis apapun ke asrama.
  17. Melanggar aturan-aturan yang telah ditentukan oleh pondok pesantren.

PASAL V
SANKSI

  1. Santri yang melanggar aturan tata tertib yang telah disebutkan di atas dikenakan sanksi berdasarkan keten-tuan yang berlaku.
  2. Setiap pelanggaran akan dimasukkan ke dalam buku pelanggaran, untuk ditindak lanjuti.
  3. Sanksi diberikan secara berjenjang sesuai tingkat pelanggaran, yaitu pe-langgaran ringan, sedang, dan berat.
  4. Sanksi untuk pelanggaran yang dilakukan berulang kali akan diaku-mulasikan sesuai dengan jumlah pengulangan pelanggaran.
  5. Sanksi untuk pelanggaran ringan dan sedang, akan diberikan oleh Pengurus /Komisi Kedisiplinan/Kepala Manti-qoh/ KepalaPesantren.
  6. Santri yang melakukan pelanggaran sedang, diharuskan mengisi surat pernyataan.
  7. Santri yang melakukan pelanggaran kecil dan sedang lebih dari batas maksimal akan diberikan surat pemanggilan orangtua.
  8. Santri yang melakukan pelanggaran berat 1 (satu) kali diharus-kan mengisi surat pernyataan dan diberikan surat pemanggilan orangtua.
  9. Sanksi untuk pelanggaran berat akan diberikan oleh Kepala Pesantren dan atau Pengasuh.
  10. Pondok pesantren memiliki wewenang penuh dalam memberikan kebijakan terkait sanksi dari santri yang melakukanpelanggaran.

PASAL VI
KETENTUAN BERKUNJUNG

  1. Waktu berkunjung wali santri/tamu adalah setiap hari Ahad pukul 09.00 – 15.00 WIB.
  2. Wali santri/tamu yang datang setelah waktu berkunjung, maka tidak diper-kenankan untuk memasuki ling-kungan pesantren.
  3. Wali santri/tamu yang berkunjung ke asrama wajib melapor, mengisi buku tamu dan meninggalkan kartu identi-tasnya di pos keamanan.
  4. Wali santri yang hendak mengizinkan putra/putrinya, harus mengikuti pro-sedur perizinan yang ditentukan (lihat prosedur perizinan).
  5. Wali santri hanya diperkenankan me-nemui penghuni sampai di lobi ge-dung atau ruang kantin.
  6. Tamu laki-laki tidak diperkenan-kan masuk ke asrama putri.
  7. Tamu perempuan tidak diperke-nankan masuk ke asrama putra.
  8. Tamu tidak diperkenankan untuk ma-suk ke kamar santri.
  9. Tamu tidak diperkenankan menginap di asrama tanpa persetujuan dari ke-pala pesantren.
  10. Tamu wajib berpakaian sopan dan menutup aurat.
  11. Tamu tidak diperkenankan merokok di lingkungan pesantren.
  12. Tamu wajib mematuhi semua tata tertib yang berlaku di pondok pesan-tren Bayt al-Hikmah, diantaranya adalah berpakaian dan berperi-laku sopan di lingkungan pesantren.
  13. Pelanggaran-pelanggaran yang terjadi selama kunjungan tamu, maka per-tanggungjawabannya ditanggung oleh santri yang bersangkutan.
  14. Pengurus berhak memberi peringatan atau teguran kepada santri dan wali santri/tamu yang tidak mematuhi tata tertib pondok pesantren.

PASAL VII
KETENTUAN MEMBAWA LAPTOP

  1. Santri tidak diharuskan membawa laptop kecuali atas pertimbangan pribadi.
  2. Santri yang membawa laptop diwajibkan melapor dan mendaftar-kannya di kantor asrama.
  3. Laptop tidak diperbolehkan untuk diberi password.
  4. Laptop hanya digunakan untuk kepentingan akademik.
  5. Laptop hanya digunakan sesuai dengan waktu pemakaian laptop yang telah ditentukan pihakpesantren.
  6. Pengurus berhak memeriksa, menyita, dan memulangkan laptop santri jika ada pelanggaran terkait dengan penya-lahgunaan laptop.
  7. Santri yang membawa laptop dikena-kan biaya tambahan untuk setiap kali melakukan pengisian (charger).

PASAL VIII
KETENTUAN LAUNDRY

  1. Pakaian santri yang mendapatkan fasilitas laundry dari yayasan adalah pakaian seragam sekolah dan asrama.
  2. Pakaian selain seragam akan dikena-kan biaya laundry dengan hitungan kiloan (kecuali pakaian kategori satuan).
  3. Untuk pakaian yang termasuk kate-gori satuan, seperti:
    1. Jaket
    2. Sajadah
    3. Handuk
    4. Sprei
    5. Selimut
    6. Boneka
    7. Sepatu
    8. Tas
    9. Bed Cover
    10. Sarung Tenun/Songket
    11. Kain Sutra
    12. Bahan Jeans
    13. Kaos kaki
  4. Pembayaran pakaian selain seragam sekolah dan asrama akan ditagih kepada santri yang bersang-kutan.
PASAL IX
PROSEDUR PERIZINAN
 
1. Alur Proses Perizinan
A. Perizinan jarak dekat (tidak menginap atau hari Ahad)
 
 
 
 
B. Perizinan jarak jauh (menginap atau selain hari Ahad) 
 
 
 
 
 
C. Perizinan sakit (berobat di rumah)

 

2. Prosedur Perizinan

  1. Setiap wali santri harus membawa Kartu Wali untuk melakukan perizinan.
  2. Untuk perizinan jarak dekat, santri beserta wali dan atau musyrif/ musyrifahnya menghadap Komisi Kedisiplinan untuk meminta reko-mendasi izin keluar.
  3. Rekomendasi izin keluar diberikan kepada petugas kantor asrama untuk pendataan dan diberi surat keterangan izin.
  4. Untuk perizinan jarak jauh, santri beserta wali dan atau musyrif/ musyrifahnya menghadap Komisi Kedisiplinan dengan membawa buku perizinan untuk disetujui (ditandai dengan paraf) atau tidak disetujui.
  5. Khusus untuk perizinan sakit, Komisi Kedisiplinan berhak membe-rikan paraf berdasarkan persetujuan BKS.
  6. Perizinan jarak jauh dan perizinan sakit harus mendapat persetujuan dari Pengasuh atau yang ditunjuk sebagai wakil.
  7. Setelah mendapat persetujuan penga-suh, santri dan wali santri menghadap petugas kantor asrama untuk mendapatkan paraf sekretariat di buku perizinan dan surat keterangan izin.
  8. Kartu Tanda Santri dititipkan di petugas kantor asrama dan dapat diambil sekembalinya ke pondok pesantren.
  9. Prosedur ini berlaku secara berurutan. Proses perizinan dapat dilanjutkan jika ada bukti persetujuan pihak-pihak yang bersangkutan sebe-lumnya.
  10. Proses perizinan dihentikan jika proses perizinan sebelumnya belum terpenuhi.
  11. Pada saat keluar dan masuk pondok, surat keterangan izin tersebut ditun-jukkan kepada penjaga Pos Keamanan untuk pemeriksaan dan pendataan.
  12. Pos Keamanan berhak menunda perizinan santri jika didapatkan proses perizinan yang belum dilalui atau tidak adanya bukti persetujuan dari pihak-pihak yang bersangkutan.
  13. Untuk perizinan jarak jauh dan perizinan sakit, wali santri harus memberikan paraf wali di buku perizinan sebelum santri kembali ke pondok pesantren.

 

3. Aturan Perizinan

  1. Semua santri yang hendak izin (baik perizinan jarak jauh maupun peri-zinan jarak dekat) harus melalui proedur perizinan yang telah ditetapkan.
  2. Batas maksimal perizinan jarak jauh paling lama 3 (tiga) hari dalam satu bulan.
  3. Santri yang melampaui batas waktu perizinan yang telah ditentukan (baik jarak jauh maupun dekat) akan dikenakan sanksi.
  4. Perizinan jarak dekat atau jauh dikenakan biaya administrasi Rp 5.000,-
  5. Santri harus dijemput oleh orang tua/ walinya.
  6. Buku perizinan harus disimpan dengan baik. Jika buku perizinan hilang maka harus mengganti dengan biaya Rp 25.000,-.
  7. Santri yang izin keluar area pondok tidak dengan pengurus pondok (keluar bersama wali santri), selama belum kembali dan belum masuk batas area pondok yang telah ditentukan, belum menjadi tanggung jawab pondok pesantren.
  8. Perizinan khusus mengantar/men-jemput hajian, hanya diperbo-lehkan memilih satu dari dua pilihan, yaitu keberangkatan atau kedatangan dari tanah suci.
  9. Perizinan khusus seperti ibadah Umroh, wisata dan sejenisnya harus dilakukan diluar hari aktif pondok pesantren.

 

4. Kriteria Perizinan

Keperluan Keterangan Batas Waktu
A. Keperluan
1) Pernikahan a) Saudara Kandung
b) Saudara Makhrom
Maksimal 2 Hari
Maksimal 2 Hari
2) Ta'ziyah a) Ayah/Ibu
b) Saudara Mahrom
Maksimal 2 Hari
Maksimal 2 Hari
3) Antar/Jemput Hajian a) Ayah/Ibu/Saudara Kandung
b) Saudara Mahrom
Maksimal 2 Hari
Maksimal 2 Hari
4) Menjenguk a) Ayah/Ibu
b) Saudara Kandung
Maksimal 2 hari
Maksimal 2 Hari
B. Pribadi
1) Periksa diantar oleh Petugas Kesehatan  
2) Sakit a) Keras (setelah mendapatkan rekomendasi dokter)
b) Biasa (setelah berobat dan dirawat oleh petugas kesehatan)
a) sesuai rekomendasi dokter
b) Maksimal 3 hari

 
3) Liburan a) Ramadhan
b) Semester
sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan
C. Kelembagaan
1) Sekolah
2) Pondok Pesantren
a) Disertai dengan surat keterangan
b) Diluar waktu kegiatan

 
Sesuai dengan waktu yang telah di tentukan

PASAL X
KETENTUAN MENINGGALKAN PESANTREN


Komentar Anda



Berita Terbaru

Workshop Pengabdian Masyarakat yang diadakan oleh Universitas Brawijaya Malang
Workshop Pengabdian Masyarakat yang diadakan oleh Universitas Brawijaya Malang pada tanggal 11 Agustus 2018 tentang Media Pembelajaran telah sukses di

Penandatangan MOU SMK Bayt Al-Hikmah dengan Brighton English Malang
Test of English for International Communication atau lebih sering disebut TOEIC adalah tes bahasa Inggris yang dirancang secara khusus untuk mengukur

LOWONGAN KERJA
Yayasan Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan membuka lowongan pekerjaan sebagai berikut : 1. Pengajar Tingkat SMP      a.  Guru PKN 2. Pen

Hari Santri Berkreasi
Bayt Al Hikmah - Perayaan Hari Santri Nasional tahun ini banyak dilakukan dimana-mana dengan berbagai macam ifent yang berbeda-beda. Kemarin (21/10) S

Senyum Buat Para Juara
Bayt Al Hikmah - Selalu mempunyai banyak ifent-ifent lomba untuk  ikut serta. Kemarin (7/10)  SMA dan SMK terbang ke kota pahlawan Surabaya

FOLLOW US

YAHOO MESSENGER

PENGUNJUNG

Flag Counter

Youtube Terbaru

GOOGLE +

Twitter